Biobus

BIOBUSdownloadDiperkirakan kebutuhan kedelai Indonesia setiap tahun mencapai 1,8 juta ton dalam bentuk biji dan 1,1 juta ton dalam bentuk bungkil. Menurunnya luas areal panen kedelai dari 580.534 ha pada tahun 2006 menjadi 464.427 ha pada tahun 2007 dan menurunnya produksi kedelai pada tahun 2006 dari 747.611 ton menjadi 608.263 ton pada tahun 2007 menyebabkan peningkatan harga kedelai.

Sampai saat ini budidaya kedelai yang dilakukan para petani belum dilakukan secara intensif dan optimal. Panen yang dihasilkan rata-rata di bawah 1 ton per hektar. Penggunaan bahan kimia pertanian seperti pupuk dan pestisida pada budidaya tanaman kedelai dilakukan secara terus menerus dan seringkali melebihi dosis anjuran sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Sebenarnya banyak teknologi alternatif yang bisa mendukung peningkatan produksi yang tentunya ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam, salah satunya adalah pemanfaatan hayati tanah unggul yang telah diformulasi.

Formula pupuk hayati saat ini dibuat dari konsorsia mikroba yang memiliki banyak fungsi antara lain mampu memacu pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman kedelai terhadap penyakit dan meningkatkan efisiensi pemakaian pupuk anorganik sehingga mampu meningkatkan produksi kedelai. Salah satu formula pupuk hayati untuk tanaman kedelai adalah pupuk hayati BIOBUS yang diformulasikan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk N dan P, mempercepat masa pembungaan dan masa panen, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai serta memperbaiki kualitas lingkungan pertanian.

Pupuk Hayati BIOBUS

Pupuk hayati BIOBUS diformulasikan dari konsorsia (gabungan) mikroba tanah unggul dari hasil seleksi yang bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman kedelai. Mikroba-mikroba tanah unggul tersebut berperan dalam menambat N2-udara, pelarut fosfat, penghasil fitohormon dan antipatogen serta menghasilkan zat pemacu tumbuh sehingga dapat memacu pertumbuhan, pembungaan, dan pemasakan buah.

Mikroba yang ada di dalam BIOBUS   terdiri atas 4 (empat) mikroba. Mikroba-mikroba tersebut antara lain :

No Mikroba Fungsi
1 Rhizobium sp. Penambat N2-udara
2 Bacillus sp. Pelarut fosfat; penghasil fitohormon dan antipatogen
3 Pseudomonas sp. Pelarut fosfat; penghasil fitohormon dan antipatogen
4 Ochrobactrum pseudogrignonense Memacu pertumbuhan; pembungaan; dan pemasakan buah

Keunggulan :

1) Mengurangi penggunaan pupuk N 25%,

2) Mengurangi penggunaan pupuk P 25%,

3) Meningkatkan ketahanan tanaman, dan

4) Mempercepat masa panen.

Cara Penggunaan :

1) Pilih tempat yang teduh (terhindar dari sinar matahari langsung)

2) Masukkan 8 kg benih kedelai ke dalam ember dan basahi dengan air bersih secukupnya

3) Taburkan /campurkan 1 saset BIOBUS (40 g) pada benih hingga rata melekat di permukaan benih

4) Segera tanam di dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah atau salah satu dari : pupuk kandang,          kompos, abu dapur, abu sekam

5) Takaran pemakaian BIOBUS yaitu 200 g/ 40 kg benih/ha

6) Sebaiknya 1 saset habis sekali pakai, dilarang dicampur dengan pupuk Anorganik.

Penanaman perdana Kedelai di Kab. Bojonegoro Jawa Timur Oktober 2016

 

Penanaman perdana tanaman Kedelai di Kawasan Hutan Wilayah Majalengka menggunakan BIOBUS, Mei 2017